Kamis, 25 September 2014

USTADZ WA USTADZAH.......

Nama yang begitu mulia nama yang begitu anggun mungkin kala seorang guru mengajar di madrasahnya. Tak dapat di pungkiri jiwa guru sangatlah beperan di hadapan murid2nya serta menjadi contoh setiap muridnya,oleh karna itu seorang guru harus punya jiwa wibawa dan berprilaku yang baik sehingga membawa dampak baik untuk semua murid2nya.menjadikan murid pintar memang sangatlah muda tapi menjadikan murid punya sopan santun tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan untuk itu guru hal yang pertama kita tata adalah niatnya dalam mengajar kalo kita punya niatan ikhlas dalam mengajar tanpa mengharap imbalan apapun insyAllah murid2 kita akan menjadi murid yang berpendidikan dan menjadi guru yang berwibawa dan di cintai murid2nya,kadang hal sepele seperti itu kita tidak menyadari yang ada dalam pikiran nya kadang ada pertanyaan dalam hatinya ”kapan gaji an di bagi?hehehe.. betul tidak?......itulah kenapa kadang kita merasa capek menghadapi murid yang bandel karna niat yang mereka tanamkan salah.apalagi menjadi guru di niatkan sebagai pekerjaan..MasyAllah…boleh2 saja niat kita seperti itu menjadi seorang guru untuk kehidupan sehari2 Cuma hal itu kita niatkan yang nmer dua dan yang pertama yang harus kita perhatikan adalah niat ikhlas karna Allah ta’ala.
Untuk itu para guru marilah kita tata niat kita mulai sekarang niat kita mengajar adalah karna Allah ta’ala. Kalo kita niatkan ihklas sesulit apapun anak didik yang kita hadapi pasti akan terasa enjoy bahkan menyenangkan.dan setiap langkah kita pasti terhitung pahala tidak mengharap pahala manusia yang sifatnya hanya sementara dan akan habis tapi kita akan mendapatkan pahala langsung dari Allah.Amiiiin.

Dan jadikan anak didik kita seperti keluarga kia sendiri mempunyai rasa sayang dan belas kasihan serta tidak sewenang2 memukul tanpa ada sebab yang memang perlu untuk di pukul.sebagai peran ustadz dan ustadzah memang tidaklah mudah, ssaya ingat apa yang di ampaikan ustadz sholihin dalam mauidhonhya:bahwa seorang guru itu perumpama seperti gula kalo sakit kencing manis yang di salahkan pasti gara2 gula,begitupun penyakit yang lain sebagaimana guru kala anak didiknya salah pasti guru yang disalahkan tetapi jika anak didiknya beprestasi pasti orang tua nya yang senang dan bangga. So menjadi guru itu mungkin susah kala menghadapi anak didiknya yang nakal atau bandel tpi jangan kwatir wahai para guru perjuangan and tidak akan sia2 jika kita niatnya ikhlas. Bukankah kita bangga kala anak didik kita berhasil? Untuk itu marilah kita sama2 berharap dari Allah semoga apa yang kita lakukan ini selalu mendapat ridho dan mempunyai hati yang bersih baik dhohir maupun bathin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar