Nama yang begitu mulia nama
yang begitu anggun mungkin kala seorang guru mengajar di madrasahnya. Tak dapat
di pungkiri jiwa guru sangatlah beperan di hadapan murid2nya serta menjadi
contoh setiap muridnya,oleh karna itu seorang guru harus punya jiwa wibawa dan
berprilaku yang baik sehingga membawa dampak baik untuk semua
murid2nya.menjadikan murid pintar memang sangatlah muda tapi menjadikan murid
punya sopan santun tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan untuk itu guru
hal yang pertama kita tata adalah niatnya dalam mengajar kalo kita punya niatan
ikhlas dalam mengajar tanpa mengharap imbalan apapun insyAllah murid2 kita akan
menjadi murid yang berpendidikan dan menjadi guru yang berwibawa dan di cintai
murid2nya,kadang hal sepele seperti itu kita tidak menyadari yang ada dalam
pikiran nya kadang ada pertanyaan dalam hatinya ”kapan gaji an di bagi?hehehe..
betul tidak?......itulah kenapa kadang kita merasa capek menghadapi murid yang
bandel karna niat yang mereka tanamkan salah.apalagi menjadi guru di niatkan
sebagai pekerjaan..MasyAllah…boleh2 saja niat kita seperti itu menjadi seorang
guru untuk kehidupan sehari2 Cuma hal itu kita niatkan yang nmer dua dan yang
pertama yang harus kita perhatikan adalah niat ikhlas karna Allah ta’ala.
Untuk itu para guru marilah
kita tata niat kita mulai sekarang niat kita mengajar adalah karna Allah
ta’ala. Kalo kita niatkan ihklas sesulit apapun anak didik yang kita hadapi
pasti akan terasa enjoy bahkan menyenangkan.dan setiap langkah kita pasti
terhitung pahala tidak mengharap pahala manusia yang sifatnya hanya sementara
dan akan habis tapi kita akan mendapatkan pahala langsung dari Allah.Amiiiin.
Dan jadikan anak didik kita
seperti keluarga kia sendiri mempunyai rasa sayang dan belas kasihan serta
tidak sewenang2 memukul tanpa ada sebab yang memang perlu untuk di
pukul.sebagai peran ustadz dan ustadzah memang tidaklah mudah, ssaya ingat apa
yang di ampaikan ustadz sholihin dalam mauidhonhya:bahwa seorang guru itu
perumpama seperti gula kalo sakit kencing manis yang di salahkan pasti gara2
gula,begitupun penyakit yang lain sebagaimana guru kala anak didiknya salah
pasti guru yang disalahkan tetapi jika anak didiknya beprestasi pasti orang tua
nya yang senang dan bangga. So menjadi guru itu mungkin susah kala menghadapi
anak didiknya yang nakal atau bandel tpi jangan kwatir wahai para guru
perjuangan and tidak akan sia2 jika kita niatnya ikhlas. Bukankah kita bangga
kala anak didik kita berhasil? Untuk itu marilah kita sama2 berharap dari Allah
semoga apa yang kita lakukan ini selalu mendapat ridho dan mempunyai hati yang
bersih baik dhohir maupun bathin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar